Santi mengawali tahun ajara barunya di sekolah yang baru dan lingkungan baru. Ya! dia sekarang tinggal di desa neneknya. Dia pindahan dari Surabaya. Kedua orangtunya bekerja jadi dia memilih mengawali masa SMA nya di desa bersama neneknya.
Hari pertama di lalui begitu saja. tidak ada yang spesial dari masa masa SMA nya itu. suatu hari ketika dia pulang sekolah dia bertemu dengan seorang anak laki laki yang dipukuli oleh anak anak lain. Santi melihat kejadian itu menjadi geram. Dia menolong anak lelalki itu.
"kau tak apa?" tanya santi sambil menjabat tangan anak itu. "terima kasih. kau baik" jawabnya. "jangan berlebihan. aku hanya menolong orang yang kesusahan saja. oh ya siapa nama mu?" tanya Santi. "Alen Pradipta. kau?" tanya Alen. "Santi Randhira. Dilihat dari seragam sekolahmu kau sekolah di SMA TUNAS BANGSA ?" tanya santi penasaran. "Iya. aku sering melihatmu di atap gedung sekolah." jawabnya. Bagaimana bisa dia tahu aku selalu di atap sekolah. siapa sebenarnya dia tanyanya dalam hati.
"sudahlah tak perlu di pikirkan. aku seing mlihatmu karena aku juga seering ke atap sekolah karena disana menyenangkan." jawabnya tenang. mereka berjalanan perlahan. hening kedunaya tak ada yang mau mengawali pembicaraan lagi.
mereka berpisah di persimpangan jalan. "TUNGGU !! Teriaknya."ada apa lagi?" tanyanya malas. "bisakah kita menjadi teman atau mungkin sahabat?" tanyannya ragu. "kita baru bertemu. aku juga gak mau berteman dengan sembarang orang. sudahlah aku mau pulang." jawab santi pergi meninggalkan Alen.
kau kenapa tak mau berteman atau bersahabat dengaku. apa karena aku lemah.guman Alen. keesokannya dia menemui Santi lagi dan menanyakan hal yang sama tetapi Santi tetap saja dengan pendiriannya. tetapi Alen tidak putus asa. Aku tidak boleh putus asa gumannya.
Suatu hari ketika Santi pulang sekolah dia melihat anak anak ang pernah memukuli Alen sekarang mereka membawa beberapa orang preman. Santi tak pernah gentar, karena dia pintar bela diri. tanpa disangkan dia dibekap mulutnya dari belakang.
Ketika Santi sadar tangan dan kaki di ikat tali, mulutnya di bekap dengan kain, dan ruang yang sempit tidak ada jendela hanya ada lemari reyot dan sebuah pintu. Santi meronta melepaskan ikatan tersebut sampai mencari benda tajam yang mungkin bisa di gunakan melepaskan ikatannya.
Setelah pulang sekolah Alen tiba tiba teringat dengan Santi, seketika dia berlari mencari keberadaan Santi. Hingga pada persimpangan jalan dia melihat Santi di hadang oleh para preman. Tapi tanpa sadar di belakngnnya ada seorang preman yang mau membekap Santi. Seketika keberanian Alen hilang mellihat badan preman tersebut yang besar besar. Dia hanya mengikuti Santi dan berhenti di sebuah Gudang yang tak jauh dari persimpangan tadi.
Ketika para preman itu pergi, Alen mengumpulkan keberanian untuk membebaskan Santi. Bagaimana bisa dia bisa tau aku , apa mungkin dia yang menculikku tanya Santi dalam hati. sudahlah mungkin dia benar benar menolongku.
"kau tak apa ? ada yang terluka?" tanyanya panik. "aku tak apa. hanya saja tangan dan kakiku sakit. terima kaksih." ucapnya lembut. ini pertama kali Santi berbicara lembut kepada Alen, sehingga Alen teramngu mendengar perkataan Santi. "Syukurlah jika kau tak apa. mari kita pulang. pasti orang tuamu menungggumu. " jawab Alen berallu meninggalkan gudang itu.
"sekali lagi terima ksih. dan mengeani tawaran menjadi temanmu itu apa msih berlaku untukku?" tanya Santi ragu. "tentu saja. aku mau jadi teman atau sahabatmu Santi." jelas Alen senang. "baiklah mulai sekrang kau adalah sahabat baruku di tempat baruku. dan mulai sekrang kau harus pulang perg menjemputku, teraktir aku makan dan banyak lagi." seru Santi girang. "astaga tak mengira, ternyata sifatmu seperti ini. tak apalah. selamat telaj menjadi sahabat seorang Alen Padipta." jelasnya girang.
" hei kau mau kemana kau?" teriak seorang preman."gawat kita harus pergi len. satu.. dua.. tiga.. Larii !!." jawabnya lari. "Santi dengarkan hari ini besok dan selamanya aku akan tetap menjadi sahabtmu.. "teriaknya." Santi tertawa. "Alen Pradipta suatu kebanggan menjadi sahabatmu. kita best friend forever .. " teriaknya senang
Hari pertama di lalui begitu saja. tidak ada yang spesial dari masa masa SMA nya itu. suatu hari ketika dia pulang sekolah dia bertemu dengan seorang anak laki laki yang dipukuli oleh anak anak lain. Santi melihat kejadian itu menjadi geram. Dia menolong anak lelalki itu.
"kau tak apa?" tanya santi sambil menjabat tangan anak itu. "terima kasih. kau baik" jawabnya. "jangan berlebihan. aku hanya menolong orang yang kesusahan saja. oh ya siapa nama mu?" tanya Santi. "Alen Pradipta. kau?" tanya Alen. "Santi Randhira. Dilihat dari seragam sekolahmu kau sekolah di SMA TUNAS BANGSA ?" tanya santi penasaran. "Iya. aku sering melihatmu di atap gedung sekolah." jawabnya. Bagaimana bisa dia tahu aku selalu di atap sekolah. siapa sebenarnya dia tanyanya dalam hati.
"sudahlah tak perlu di pikirkan. aku seing mlihatmu karena aku juga seering ke atap sekolah karena disana menyenangkan." jawabnya tenang. mereka berjalanan perlahan. hening kedunaya tak ada yang mau mengawali pembicaraan lagi.
mereka berpisah di persimpangan jalan. "TUNGGU !! Teriaknya."ada apa lagi?" tanyanya malas. "bisakah kita menjadi teman atau mungkin sahabat?" tanyannya ragu. "kita baru bertemu. aku juga gak mau berteman dengan sembarang orang. sudahlah aku mau pulang." jawab santi pergi meninggalkan Alen.
kau kenapa tak mau berteman atau bersahabat dengaku. apa karena aku lemah.guman Alen. keesokannya dia menemui Santi lagi dan menanyakan hal yang sama tetapi Santi tetap saja dengan pendiriannya. tetapi Alen tidak putus asa. Aku tidak boleh putus asa gumannya.
Suatu hari ketika Santi pulang sekolah dia melihat anak anak ang pernah memukuli Alen sekarang mereka membawa beberapa orang preman. Santi tak pernah gentar, karena dia pintar bela diri. tanpa disangkan dia dibekap mulutnya dari belakang.
Ketika Santi sadar tangan dan kaki di ikat tali, mulutnya di bekap dengan kain, dan ruang yang sempit tidak ada jendela hanya ada lemari reyot dan sebuah pintu. Santi meronta melepaskan ikatan tersebut sampai mencari benda tajam yang mungkin bisa di gunakan melepaskan ikatannya.
Setelah pulang sekolah Alen tiba tiba teringat dengan Santi, seketika dia berlari mencari keberadaan Santi. Hingga pada persimpangan jalan dia melihat Santi di hadang oleh para preman. Tapi tanpa sadar di belakngnnya ada seorang preman yang mau membekap Santi. Seketika keberanian Alen hilang mellihat badan preman tersebut yang besar besar. Dia hanya mengikuti Santi dan berhenti di sebuah Gudang yang tak jauh dari persimpangan tadi.
Ketika para preman itu pergi, Alen mengumpulkan keberanian untuk membebaskan Santi. Bagaimana bisa dia bisa tau aku , apa mungkin dia yang menculikku tanya Santi dalam hati. sudahlah mungkin dia benar benar menolongku.
"kau tak apa ? ada yang terluka?" tanyanya panik. "aku tak apa. hanya saja tangan dan kakiku sakit. terima kaksih." ucapnya lembut. ini pertama kali Santi berbicara lembut kepada Alen, sehingga Alen teramngu mendengar perkataan Santi. "Syukurlah jika kau tak apa. mari kita pulang. pasti orang tuamu menungggumu. " jawab Alen berallu meninggalkan gudang itu.
"sekali lagi terima ksih. dan mengeani tawaran menjadi temanmu itu apa msih berlaku untukku?" tanya Santi ragu. "tentu saja. aku mau jadi teman atau sahabatmu Santi." jelas Alen senang. "baiklah mulai sekrang kau adalah sahabat baruku di tempat baruku. dan mulai sekrang kau harus pulang perg menjemputku, teraktir aku makan dan banyak lagi." seru Santi girang. "astaga tak mengira, ternyata sifatmu seperti ini. tak apalah. selamat telaj menjadi sahabat seorang Alen Padipta." jelasnya girang.
" hei kau mau kemana kau?" teriak seorang preman."gawat kita harus pergi len. satu.. dua.. tiga.. Larii !!." jawabnya lari. "Santi dengarkan hari ini besok dan selamanya aku akan tetap menjadi sahabtmu.. "teriaknya." Santi tertawa. "Alen Pradipta suatu kebanggan menjadi sahabatmu. kita best friend forever .. " teriaknya senang
Asyiiik
BalasHapussippp
BalasHapussippp
BalasHapusGood :)
BalasHapusGood :)
BalasHapussipp
BalasHapuswaw asiikk
BalasHapusaseek.. :v
BalasHapusNice
BalasHapus