Senin, 26 September 2016

green house


Jumat pagi ini ku berangkat sekolah dengan malas. terlalu mengantuk jika harus berjalan kaki, walaupun jarak yang ku tempuh tak terlalu jauh dari sekolah. oh ya namaku Diva Aulia Nadiyah. sekolahku SMP Negeri 2 Jetis, Kabupaten Mojokerto. ya aku sekolah di salah satu sekolah favorit di daerahku. sekolahku terkenal dengan sekolah adiwiyata dan kelas unggulannya. aku merupakan salah satu dari siswa dari kelas unggulan.

setelah berjalan cukup lama, aku sampai di sekolahku. ketika di memasuki area sekolah, terlihat tempat komposting dan hutan sekolah di sebelah kiri, dan sebelah kanan yaitu lapangan. sekolahku juga mempunyai beberapa temapat untuk membudidayaakn lingkungan. komposting untuk mengolah sampah, burung dara, kolam ikan, burung kenari, green house dan yang lainnya.




Hari jumat merupakan hari bersih bersih rutin yang di lakukan oleh seluruh warga SMP Negeri 2 Jetis, waktu yang diperlukan hanya 40 menit. Wali kelas selalu menghimbau muridnya supaya kelas dan lingkungannya tetap bersih. ada beberapa siswa harus mengikuti kader Adiwiyata, yaitu pembersihan tentang segala yang berhubungan dengan Adiwiyata. seperti 3R, komposting, green house, toga, satgas lingkungan dll.

kelasku berada di area kelas unggulan. kelas unggulan di tiap angkatan hanya ada dua yaitu kelas A & B. khusus kelas 9 yaitu kelas 9D dan 9E. seperti yang tadi aku katakan, aku merupakan salah satu murid unggulan di kelas 9D. tak terasa aku akan melaksanakan Ujian Nasional. Kelas unggulan kelas khusus seperti penambahan jam pelajaran, study tour dll.

"hallo. pagi pagi udah ngelamun kesambet loh" suara itu mengagetkanku. "apaan sih. gak jelas banget." sergahku. dia Tania, sahabatku dan dia satu kelas denganku. "Tan, ngantuk nih. ada jadwal les pagi gak?" tanyanku. "yaelah masih ngantuk aja sih Div. habis begadang neng? gk ada les kok. pak Manaf ada seminar di Surabaya." ucapnya santai. "syukurlah. yaudah aku mau tidur dulu, lumayan satu jam tidur." ucapnya senang.

"yaelah tobay woy kelas 9 masih aja kelakuannya kayak gini. jangan tidur melulu. jam pertama kan elo ada di Green House, dimarahi Bu Farida gue sukurin loh." ucapnya mengguncang tubuhku. yaelah sabar napa neng, tenang kagak kayak kemarin deh." ucapku melanjutkan tidur. tak terasa satu jam berlalu dan bel menandakan bunyi pertama melaksanakan kegiatan jumat bersih.

"aduh, udah jam segini. ak jempput Daris aja deh. kira kira udah berangkat apa belom ya semoga ja belom deh." aku berlari menuju ke kelasnya yang kebetulan bersebelahan dengan kelasku. "Daris mana?" tanyaku pada Nadiyah. "dia udah berangkat kader dari tadi ke." jawabnya. alamat mampus gue batinku segera berlari menuju green house.

ketika aku sampai semua anggota sudah datang tapi dewi fortuna memihakku untung aja bu Farida belum datang jadi gak kena marah lagi deh batinku senang. akhirnya aku masuk dan melihat keadaan green house ini. di sini banyak tanaman langka seperti buah tin, cherry, bambu air, patah tulang dan lainnya. mataku tertuju pada bunga anggrek yang mulai mengering ini.

"Zizah tolong ambilkan air."pintaku padanya. "iya mbak sebentar ya." ucapnya. kemudian dia kembali membawa air dan kemudian aku menyiram air dan menaruh kembali ke tempat semula dan mengikat di antara besi yang di taruh diantara bunga anggrek lainnya. "semoga bunga ini masih bisa bertahan hidup." gumanku.

"tolong perhatiannya sebentar" teriakku lantang. semua anggota kader berkumpul di depan green house. "semua sudah dibersihkan?" ucapku "sudah." sudah di siram semua?" tanyaku lagi. "sudah kak." "siapa yang minggu kemarin gak melaksanakan piket? "tanyaku. semua hanya terdiam tak berani menatapku. "kalau gak ada yang mengaku akan saya laporka ke bu Farida supaya kalian terkena sanksi dan denda. cepat katakan." ucapku. lalu ada beberapa anak yang menagngkat tangan tak berani menatapku.

"saya suka anak yang jujur. saya akan meamafkan kalian dan tidak akan memberitahukan pada Bu Farida." terlihat mereka seperti terlihat bebeas dari hukuman gantung. "tetapi.. kalian harus iuran untuk membeli tumbuhan baru dan keperluan yang di perlukan. mengerti !" tegasku. "iya kak." serempak. "kalian boleh kembali ke kelas sesudah absen. terima kasih." ucapku pergi meninggalkan mereka.

ternyata tak mudah menjadi ketua di antara mereka. aku harus tegas batinku. ku kira menjadi kader green house di sekolahku hanya sekedar membersihkan dan menyiram tanaman saja, ternyata gak cuma itu kita harus membutuhkan  suhu suapaya tumbuhan tetap sehat, kebersihan sekitar tumbuhan menghindari parasit, udara juga harus bersih dari polusi, penyiraman air juga tidak boleh sekedar menyiram harus ada takarannya dalam menyiram.

aku senang karena aku mendapat pengalaman beljar menjadi pemimpin yang tegas dan pandai dalam berkebun dan juga mengetahui tumbuhan langka lainnya. semoga green house di sekolah semakin berkembang lebih baik lagi.

10 komentar: